Workshop Kurikulum OBE THP UMRAH Perkuat Penyelarasan Kurikulum Bersama Akademisi dan Stakeholder

Tanjungpinang, 21 September 2026 – Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP), Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), sukses menyelenggarakan Workshop Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada Senin, 21 September 2026 di Ruang Rapat FIKP UMRAH, Senggarang. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB ini menjadi forum strategis untuk meninjau, menyelaraskan, dan menyempurnakan implementasi Kurikulum OBE agar selaras dengan perkembangan teknologi, kebutuhan industri, dan arah kebijakan pendidikan tinggi.

WorkShop dibuka dengan sambutan sekaligus arahan dari Wakil Dekan I FIKP UMRAH, Dr. Muzahar, S.Pi., M.Si, yang menekankan pentingnya kurikulum berbasis luaran pembelajaran sebagai fondasi peningkatan kualitas lulusan. Turut Hadir Sekretaris Jurusan Teknologi Industri Perikanan, Dr. Sri Novalina A., S.Pt., M.P, Koordinator Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, R. Marwita Sari Putri, S.Pi., M.Si, serta seluruh dosen Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Kehadiran pimpinan fakultas dan sivitas akademika menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan mutu kurikulum berbasis capaian pembelajaran.

Sesi pagi yang berlangsung pukul 08.00–11.00 WIB menghadirkan Dr. Eng. Wahyu Ramadhan, S.Pi., M.Si, Asisten Direktur Pengembangan Program Direktorat Transformasi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran IPB University, sebagai narasumber utama. Diskusi dipandu oleh moderator Anggrei Viona Seulalae, M.Si.

Dalam pemaparannya, Dr. Wahyu menjelaskan pentingnya penerapan Outcome-Based Education (OBE) sebagai pendekatan kurikulum yang berorientasi pada kompetensi lulusan. Materi mencakup penyelarasan Program Learning Outcomes (PLO), penyusunan Course Learning Outcomes (CLO), pemetaan mata kuliah, hingga perancangan metode asesmen yang mampu mengukur ketercapaian kompetensi mahasiswa secara komprehensif.

Selain membahas implementasi OBE, narasumber juga menekankan bahwa Artificial Intelligence (AI) telah menjadi bagian penting dalam transformasi pendidikan tinggi. Menurutnya, AI perlu dimanfaatkan secara bijaksana sebagai teknologi pendukung dalam proses pembelajaran, pengembangan bahan ajar, analisis capaian pembelajaran, serta peningkatan efektivitas pembelajaran berbasis data. Namun demikian, AI tidak menggantikan peran dosen, melainkan menjadi alat untuk memperkuat kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan literasi digital mahasiswa.

Workshop turut melibatkan stakeholder sebagai pengguna lulusan untuk memberikan masukan terhadap pengembangan profil lulusan Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Hadir dalam kegiatan tersebut Ir. Kartika Kusumastuti, CPSM selaku Owner CV Citra Sari, Jonison Petrus, S.St.Pi selaku Kepala Balai Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Tanjungpinang, serta Ibu Kardina dari UMKM Abon Kardina.

Dalam sesi diskusi, para stakeholder menyampaikan bahwa kebutuhan dunia kerja saat ini tidak hanya menuntut penguasaan ilmu dan keterampilan teknis, tetapi juga pembentukan pola pikir (growth mindset), kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, serta komunikasi yang efektif. Lulusan diharapkan mampu menyampaikan gagasan secara profesional, bekerja dalam tim multidisiplin, membangun kolaborasi dengan industri, dan memiliki karakter yang siap menghadapi tantangan sektor kelautan dan perikanan yang terus berkembang.

Selain melibatkan stakeholder, Workshop Kurikulum OBE ini juga diikuti oleh alumni Program Studi Teknologi Hasil Perikanan UMRAH sebagai bagian dari upaya memperoleh masukan dari lulusan yang telah terjun langsung ke dunia kerja. Keterlibatan alumni menjadi salah satu bentuk penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dan dinamika dunia profesional, khususnya pada sektor kelautan dan perikanan. Melalui pengalaman yang dimiliki setelah menyelesaikan pendidikan di Program Studi THP, alumni turut memberikan perspektif mengenai relevansi kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan dengan tuntutan di lapangan, termasuk kebutuhan terhadap keterampilan teknis, kemampuan beradaptasi, komunikasi, kolaborasi, dan kesiapan menghadapi perkembangan dunia kerja.

Masukan dari alumni tersebut menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan pengembangan kurikulum agar capaian pembelajaran yang dirancang dapat tetap relevan dengan kebutuhan pengguna lulusan. Dengan demikian, keterlibatan alumni bersama akademisi dan stakeholder diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara proses pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja serta mendukung pengembangan lulusan THP UMRAH yang adaptif dan profesional.

Pada sesi siang pukul 14.00–16.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan bedah Kurikulum OBE yang melibatkan narasumber bersama tim internal Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Seluruh dosen secara aktif menelaah dokumen kurikulum yang telah disusun, mulai dari struktur mata kuliah, distribusi SKS, keterkaitan CPL dan CPMK, strategi pembelajaran, hingga instrumen evaluasi pembelajaran.

Dr. Eng. Wahyu Ramadhan memberikan berbagai rekomendasi teknis untuk memastikan setiap mata kuliah memiliki kontribusi yang jelas terhadap capaian pembelajaran lulusan. Penyelarasan juga dilakukan agar kurikulum mampu mengakomodasi kompetensi abad ke-21, termasuk literasi digital, pemanfaatan AI, kemampuan komunikasi, kolaborasi, serta penyelesaian masalah berbasis kebutuhan industri.

Melalui pelaksanaan Workshop Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education ini, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan UMRAH menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kurikulum yang adaptif, relevan, dan berdampak. Sinergi antara akademisi, praktisi industri, lembaga penjamin mutu, dan pelaku UMKM diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, pola pikir inovatif, kemampuan komunikasi yang baik, serta siap berkontribusi bagi kemajuan industri hasil perikanan dan pembangunan ekonomi maritim Indonesia.

Scroll to Top